Manfaat Bisnis Plan Bagi Investor dan Stake Holder

Manfaat bisnis plan
Manfaat bisnis plan

Secara prinsip, sebuah bisnis plan dapat dilihat sebagai dokumen yang mengkomersiilkan ide bisnis Anda secara keseluruhan terhadap calon investor dan pemangku kepentingan (stake holder). Manfaat bisnis plan bisa Anda rasakan jika berhasil dalam menyampaikan kepada pembaca tentang peluang yang paling signifikan dan kapasitas pertumbuhan perusahaan Anda secara realistis.

Sebuah bisnis plan yang bermanfaat harus mampu membenarkan dan menjelaskan ide bisnis Anda dan rencana pengembangan bisnis lanjutan secara jelas dan memadai. Isi binis plan seharusnya tidak hanya menekankan kekuatan dari perusahaan, melainkan  juga menghadirkan potret realistis tentang masalah yang dihadapi, risiko dan hambatan. Selain ini, solusi yang tepat yang Anda usulkan berikut pembahasannya secara rinci.

Sebuah bisnis plan dapat digunakan untuk tujuan tertentu. Salah satu sasaran mungkin untuk mendapatkan cara baru investasi dengan pengembangan produk atau pemasaran produk baru.

Pada dasarnya bisnis plan yang sukses setidaknya memiliki tiga fitur penting:

  • Mampu menjelaskan tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang perusahaan,
  • Secara hati-hati deskripsi langkah – langkah yang perlu dilakukan agar tujuan dapat dicapai dalam kondisi yang realistis, dan
  • Mendeskripsikan tentang bagaimana realisasi rencana tersebut akan memenuhi harapan para investor.

Hal ini sangat penting untuk memperjelas terlebih dahulu tentang manfaat bisnis plan dan tujuan dibuatnya. Secara umum bisnis plan yang baik disusun untuk alasan eksternal atau internal.

Manfaat Bisnis Plan Bagi Penggunaan Eksternal

Dari sudut pandang eksternal manfaat bisnis plan sebagai alat untuk mendapatkan pembiayaan utama perusahaan. Selain itu, berfungsi untuk mengamankan hubungan bisnis yang sudah ada atau yang direncanakan antara perusahaan dan stakeholder Anda.  Jenis hubungan pembiayaan dan pemangku kepentingan tergantung pada berbagai aspek yang dipertimbangkan dan ditangani dengan cara yang berbeda.

1.Pembiayaan Dengan Modal Venture

Sebagai aturan, modal ventura dan ekuitas swasta investor saat ini hanya mempertimbangkan kasus bisnis yang diwakili dengan baik oleh bisnis plan.

Ketika membaca bisnis plan, investor terutama tertarik pada argumen yang baik dan relevan yang menjanjikan pertumbuhan bisnis. Selanjutnya, investor mementingkan bagaimana dan di mana jangka waktu pengembalian investasi akan terwujud, misalnya:

  • melalui laporan laba operasi atau
  • dengan cara go publik atau
  • merger dan akuisisi atau
  • melalui buy back oleh manajemen.

Dalam rangka untuk menjamin pengembalian investasi yang tinggi, investor seharusnya memperhatian:

  • kesuksesan perusahaan di pasar,
  • kelayakan rencana untuk mencapai tujuan usahanya,
  • proposisi penjualan yang unik dari produk dan jasa dan
  • kualitas dan pengalaman dari tim manajemen.

2. Pembiayaan Oleh Kredit Perbankan

Ketika pemberian kredit, bank investasi fokus pada satu pertanyaan utama: kapan dan bagaimana pembayaran kredit dan komitmen akan dibuat. Dalam rangka meminimalkan risiko, bank biasanya meminta surat berharga. Itulah sebabnya aplikasi kredit yang ditujukan kepada bank harus melampirkan daftar rekening tahunan saat ini dan masa lalu. Selain itu, bank juga akan meminta uraian kesiapan perusahaan manakala terjadi kemunduran, dan bagaimana mereka akan mampu mengatasi situasi kritis seperti itu.

Untuk alasan ini bank lebih banyak dan lebih sering menuntut bisnis plan profesional ketika mempertimbangkan aplikasi untuk kredit. Bank mengharapkan bisnis berencana untuk memberikan wawasan yang berkualitas seperti: strategi perusahaan, manajemen, organisasi, pasar, pesaing, produk dan situasi keuangan dan keuntungan saat ini dan masa depan perusahaan.

3. Aliansi strategis

Pembentukan aliansi strategis dengan perusahaan muda dan berkembang dalam kerangka proyek penelitian, desain produk, pemasaran, dll merupakan langkah alternative yang bisa diambil. Sebuah aliansi strategis biasanya konsekuensi dari:

  • dukungan keuangan atau
  • akses ke saluran distribusi mapan.

Aliansi seperti ini mungkin berhasil selama beberapa tahun untuk kepentingan semua pihak. Mayoritas perusahaan, biasanya meminta bisnis plan sebelum menyetujui setiap hubungan bisnis jangka panjang atau kewajiban dalam rangka aliansi strategis.

4. Merger dan Akuisisi

Akuisisi menyajikan alternatif untuk ekspansi perusahaan, sementara penjualan suatu perusahaan dapat dilihat sebagai jalan keluar dari krisis solvabilitas.

Perusahaan yang mencari calon akuisisi biasanya meminta bisnis plan yang terperinci yang akan mendukung evaluasi dan seleksi calon mereka.

Demikian pula,pihsk yang  diakuisisi juga akan tertarik pada rencana jangka panjang dari setiap perusahaan yang mengakuisisi, dalam rangka untuk memastikan dan melindungi kepentingan sendiri untuk masa depan. Informasi ini juga merupakan subyek-soal manfaat bisnis plan.

5. Pelanggan dan Hubungan Pemasaran

Memenangkan pelanggan besar atau kesepakatan dengan grosir merupakan langkah sangat penting menuju kesuksesan bagi banyak perusahaan dimasa pertumbuhan.

Sebagian besar perusahaan besar, umumnya sangat pendiam dan precautious sebelum memulai negosiasi dengan perusahaan agak kecil apalagi yang tidak diketahuinya. Dalam kasus tersebut, manfaat bisnis plan adalah bisa meyakinkan dan dapat menghapus keraguan serta menghadirkan kepercayaan, membuka negosiasi dan membuat keputusan lebih lanjut. Oleh karena itu, bisnis plan secara efektif membantu untuk membuka pintu ke pelanggan potensial, pasar dan pemasok.

Manfaat Bisnis Plan Bagi Penggunaan Internal

Sebuah bisnis plan juga berfungsi sebagai alat manajemen yang berharga dari sudut pandang internal perusahaan. Sebuah bisnis plan yang diuraikan secara sistematis dan diperbaharui secara teratur dengan wawasan yang mendalam menyangkut semua masalah bisnis bisa membantu manajemen untuk merencanakan pengembangan perusahaan secara efisien dan menyiapkan langkah-langkah modifikasi yang diperlukan dengan cara yang terstruktur. Bisnis plan tersebut dapat berfungsi sebagai panduan untuk pengambilan keputusan sehari-hari dan sebagai alat kontrol dalam mengelola bisnis saat ini.

Realisasi gabungan dari bisnis plan oleh tim manajemen mampu memastikan komitmen secara keseluruhan untuk tujuan dan control perusahaan. Mencapai komitmen ini pada tingkat manajemen yang paling signifikan untuk keberhasilan pelaksanaan rencana tersebut.

Manfat bisnis plan selanjutnya yaitu memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan perusahaan yang memiliki cabang di lokasi yang berbeda. Dengan menggunakan bisnis plan untuk setiap cabang, manajemen puncak dapat menjamin keberhasilan  eksekusi perencanaan bisnis yang berhubungan dengan situs di sisi lain, terus mengontrol kinerja serta pencapaian tujuan bisnis. Selain itu, tujuan jangka panjang dari seluruh perusahaan dapat seimbang dengan indikator ini.

Tujuan Bisnis Plan Berdasarkan Usia Bisnis

Waktu pertama kali menulis bisnis plan barangkali bertanya; Apa tujuan bisnis plan itu? Bagaimana rincian seharusnya dari bisnis plan itu? Untuk pertanyaan ini ada, sayangnya, tidak ada jawaban standar dan tidak ada rumus.

Hal ini sepenuhnya terserah Anda bagaimana membuat rincian bisnis planyang harus Anda buat, dan semata-mata tergantung pada tujuan dan kebutuhan di balik itu, serta pada kompleksitas bisnis Anda. Berdasarkan kategori dasar, secara umum tujuan bisnis plan ada 3 , yaitu singkat, diperpanjang dan operasional.

1.Tujuan Bisnis Plan Singkat

Sebuah bisnis plan singkat biasanya sekitar 10 sampai 15 halaman. Hal ini paling cocok untuk perusahaan muda di tahap awal pengembangan mereka ketika masih belum ada kompleksitas masalah.

Untuk sebuah perusahaan mapan, bisnis plan singkat hanya dibuat jika dijumpainya peluang investasi tertentu yang harus segera disetujui terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan bisnis plan diperpanjang berdasarkan perluasan versi pendek nantinya.

Walupun dibuat secara “singkat”,  rencana bisnis itu tetp harus memuat  informasi yang diperlukan secara lengkap dan tepat. Akhir tujuan bisnis plan singkat ini adalah untuk meyakinkan calon investor bahwa Anda memahami bisnis tersebut dengan peluang pasar yang sangat baik.

2.Tujuan Bisnis Plan Diperpanjang

Bisnis plan yang diperpanjang biasanya sekitar 20 sampai 40 halaman. Jenis bisnis plan ini menjelaskan masalah bisnis perusahaan jauh lebih mendalam dan lebih rinci dari pada bisnis plan singkat.

Semakin tinggi modal yang dibutuhkan, maka diperlukan jenis bisnis plan yang lebih menarik. Jika, misalnya, Anda memerlukan 900 juta rupiah untuk mengebangkan bisnis di luarkota untuk pembangunan pabrik baru. Untuk itu Anda sedang berjuang untuk mendapatkan kredit jangka panjang, maka penyusunan bisnis plan diperpanjang sangat dianjurkan.

Bisnis plan tersebut harus berisi analisis menyeluruh tentang pasar dan pendapatan, biaya dan perencanaan keuangan setidaknya untuk jangka waktu 5 tahun.

3.Tujuan Bisnis Plan Operasional

Bagi perusahaan mapan, bisnis plan dapat digunakan tim manajemen sebagai alat operasi penting, bisa dikatakan pula sebagai pedoman bisnis. Rencana tersebut tidak hanya berfungsi sebagai draft untuk organisasi bisnis secara umum, tetapi juga harus menjamin apresiasi yang konsisten pada tiap bagian dari seluruh manajemen sehubungan dengan tujuan strategis. Memang, bisnis plan operasional akhirnya sangat panjang dan rinci, biasanya terdiri lebih dari 40 halaman, dalam beberapa kasus bahkan melebihi 100 halaman. Tentu saja hal ini ditujukan  untuk memperjelas secara detail “bagian apa mengerjakan apa?”, atau “Anda harus mengerjakan apa?”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *